Tari-Pasambahan

7 Tarian Tradisional Minang Terpopuler yang Wajib dilestarikan

Posted on

Salah satu hasil kebudayaan minang yang paling populer adalah tari-tarian tradisional. Selain gerakan tari yang khas, musik menjadi daya dukung utama yang mmebuat penampilan semakin rancak  dan apik. Sehingga wajar saja, banyak tarian minang yang menjadi wajah dan ikon dalam promosi pariwisata.

Secara umum, tarian tradisional minang terbagi tiga yaitu : Pencak, Perintang dan Tarian Kaba. Tarian pencak adalah tarian yang memiliki gerak dasar berupa gerakan pencak dan silat. Tarian perintang adalah tarian yang sifatnya sebagai hiburan, gerakannya dibuat meriah dan bersemangat, bisanya dimainkan oleh muda-mudi minang. Sedangkan tarian kaba adalah tarian yang menampilkan kaba/ cerita dalam tarian, salah satu contohnya adalah Randai.

Dari definisi akan 3 jenis tari tersebut, muncul beberapa tari tradisional minang populer di kalangan penikmat seni budaya Minangkabau.

Tari Pasambahan

Tari Pasambahan adalah tari yang berfungsi untuk menyambut tamu. Gerak tari yang lemah gemulai dari gadis-gadis penari berparas cantik ini tentunya sangat cocok untuk pembuka dalam acara formal maupun semi-formal.

Tari Pasambahan
Tari Pasambahan – Tari Tradisional Minangkabau

Di beberapa daerah, sebelum tari Pasambahan ditampilkan Tari Galombang terlebih dahulu. Tari gelombang nantinya dimainkan oleh beberapa laki-laki. Secara berpasangan mereka menampilkan gerak pencak dan silat (biasanya untuk menyambut tamu). Barulah kemudian diikuti dengan Tari Pasambahan.

Tari Piring

Tari Piriing adalah tari hiburan paling populer. Tari yang menceritakan tentang proses panen padi ini menggunakan piring sebagai properti utama. Gerak tari yang dinamis dan cenderung memicu adrenalin ini semakin menarik dengan iringan musik yang rampak dan bersemangat.

Seringkali sebagai bunga tari, ditampilkan atraksi menginjak pecahan-pecahan piring. Tak hanya menari diatas remah piring tersebut, kadang ada yang meepas baju (laki-laki) dan tidur-tiduran diatas pecahan piring tersebut.

Tari Indang

Tari Indang dikenal juga dengan tari dindin badindin. Tarian yang populer di pesisir pariaman ini dahulunya digunakan sebagai media dakwah. Wajar saja, dendang (lagu) yang dinyanyikan sarat dengan salawat dan nilai-nilai keislaman.

Tari Indang
Tari Indang – Tari Tradisional Minangkabau

Sekilas tarian ini mirip dengan tarian saman dari aceh. Hanya saja penggunaan indang, serta tari yang lebih variatif sudah cukup menadi ciri khas dan pembeda tarian tradisional aceh tersebut.

Tari Rantak

Tarian rantak sangat kental dengan gerakan pencak dan silat. Semua gerakan dibuat dinamis dan bertenaga. Selain itu untuk menambah serunya tarian ini, penari sengaja menciptaan gerakan menghentak-hentakan kaki ke lantai. Hal ini sekaligus menjadi ciri khas tarian ini.

Tari Rantak
Tari Rantak – Tari Tradisional Minangkabau

Tari rantak berbeda dengan taria rantak kudo yang berasal dari jambi. Kehadiran gerak pencak dan silat yang snagat kentara pada tari menjadi tari rantak khas minang ini lebihterlihat lebih atraktif.

Tari Lilin

Melihat dari properti yang digunakan, banyak yang mengira bahwa tari lilin adalah hasil modifikasi dari tari piring. Namun keduanya berbeda, tari lilin memang menggunakan wadah piring untuk tatakan lilin, tapi dari seri gerakan akan sangat jauh berbeda.

Tari Lilin
Tari Lilin – Tari Tradisional Minangkabau

Tari lilin memiliki gerak yang sangat gemulai dan cenderung lambat. Konon, tari ini dahulunya terbatsa untuk kalangan kerajaan. Berbeda dengan tari piring yang lebih bersifat publik, tarian pasca panen ini tentu sangat dekat dengan masyarakat kebanyakan.

Baca Juga :  'Randai' : Uniknya Gabungan Seni Drama, Tari, Musik dan Teater

Tari Payung

Salah satu tari minang yang kental dengan irama melayu adalah tari Payung. Tarian berpasangan antara muda mudi ini bercerita tentang kisah percintaan dan gurauan khas pasangan kekasih. Ritme tarian sengaja dibuat ditarik ulur, layaknya dua sejoli yang tengah saling menggoda.

Tari Payung
Tari Payung – Tari Tradisional Minangkabau

Selain properti (payung) yang digunakan, alat musik yang digunakan sedikit berbeda dengan pengiring tari minang kebanyakan. Untuk menambah syahdu biasanya digunakan akordeon.

Tari Galuak

Tarian Galuak seringkali disebut juga dengan tari tempurung. Karena memang tarian ini menggunakan properti berupa tempurung kelapa.

Tari Galuak
Tari Galuak – Tari Taradisional Minangkabau

Tempurung tersebut sesekali dipukul-pukulkan ke sehingga menghasilkan nada yang harmonis. Kejelian penari dan dengan musik khas yang dihasilkan dari tempurung ini tentunya menghasilkan hiburan tersendiri bagi penikmat tari minang tersebut.

Selain ketujuh tari tersebut masih ada banyak tarian tradisonal lain sebagai hasil kebudayaan minangkabau. Hanya saja karena semakin sedikit yang mau melestarikan sehingga bebrapa diantaranya mulai punah dimakan zaman.

Comments

comments

Gravatar Image
Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D