‘Randai’ : Uniknya Gabungan Seni Drama, Tari, Musik dan Teater

0

Salah satu pertunjukan keesnian minang yang paling banyak diminati adalah Randai. Satu penampilan randai utuh bisa mengahabiskan waktu hingga 1 – 2 jam, bahkan lebih. Selain memperlihatkan gerak silat yang kompak dan dinamis, pertunjukan yang sangat kompleks ini juga menampilkan seni drama, tari, musik dan teater digabungkan menjadi satu.

Saat ini, sudah banyak kelompok seni yang menjadikan randai sebagai komoditas utama. Randai yang ditampilkanpun sudah dimodifikasi dan disesuaikan dengan minat penonton masa kini. Randai kekinian (kontemporer) ini semakin populer, apalagi setelah banyak kelompok dan unit pencinta budaya minang yang mengorganisir pertunjukan di panggung besar.

Sejarah Randai

Tidak ada memang bukti tertulis yang otentik mengenai sejarah asli Randai Minangkabau ini. hanya saja diceritakan dari mulut ke mulut, dahulunya randai adalah hiburan yang hanya boleh dikonsumsi oleh keluarga kerajaan.

Masa itu ketika air laut masih tinggi dan persediaan makanan mulai menipis. Raya Pagaruyung menyuruh para prajurit untuk turun ke laut dan mencari ikan. Nahas, ditepian pantai mereka dihadang hewan berukuran besar. Namun berkat kekompakan dan kesolidan mereka, hewan tersebut berhasil ditumbangkan dan dibawa ke pagaruyung untuk dihadiahkan kepada raja.

Di depan raja dan petinggi kerajaan, kelompok prajurit ini menceritakan sekaligus mempertontonkan bagaimana mereka mengalahkan binatang buruan tersebut. Bagaimana mereka membentuk posisi lingkaran mengepung binatang. Secara terstruktur bertahan dan menyerang secara bergantian. Ada yang maju menyerang dan mundur untuk mempertahankan perimeter.

Adaptasi dari perjuangan para prajurit inilah yang kemudian dipercaya sebagai asal muasal randai di Minangkabau.

Gerakan Randai

Gerakan randai tradisional jumlahnya relatif sedikit dan tidak variatif. Gerak umunya diambil dari geakan-gerakan pencak dan silat. Sedangkan pada perkembangan selanjutnya, mulai dimasukan gerakan-gerakan tarian minang kedalamnya, sehingga penampilan lebih variatif.

Baca Juga :  Tari Piriang : Sejarah, Filosofi, Gerakan dan Musik Pengiring

Randai Tradisi memiliki gerakan yang bersumber pada gerakan pencak, dan jumlahnya terbatas. Untuk itu kemudian bermunculan para seniman kreasi yang menggabungkan beberapa gerak tari minang ke dalamnya. Kemudian paduan gerak terus dikembangkan, dicampurkan dengan gerak tari modern, yang kemudian dikenal dengan randai kontemporer.

Pelaku gerak randai disebut Legaran, mereka berdiri melingkar sempurna dan bergerak memutar searah dengan perputaran jarum jam. Hal ini mengandung makna filosofis bahwa alur cerita adalah maju.

Salah satu keunikan para Legaran adalah celana yang dipakai. Celana yang biasa disebut Galambuak/ Galembong ini sengaja dibuat lebar dibagian bawah menyerupai kaki itik. Tujuannya adalah saat dipukul akan menghasilkan bunyi-bunyian. Kombinasi antar tepuk tangan dan tepukan pada galembong ini menghasikan harmoni yang enak didengar.

Kaba / Naskah Randai

Cerita yang dibawakan disebut dengan kaba. Ada banyak kaba dalam kesusastraan minang, contohnya : Anggun nan Tongga, Sabai nan Aluih, Cindua Mato, Lareh Simawang, Bujang Sambilan, dan masih banyak lagi.

Saat ini biasanya cerita kaba dikondisikan sesuai zaman, dengan memasukan unsur modern menyesuaikan dengan penikmat masa kini, namun tetap tidak menghlangkan unsur instrinsik di dalamnya.

Goreh pada Randai

Aba-aba diberikan oleh seorang yang disebut goreh. Goreh menganut prinsip selalu benar. Semua pemain diaba-abakan oleh goreh. Bahkan saat dia salah, tetap dianggap benar, pemain lain harus mengikuti. Sehingga biasanya goreh haruslah orang dengan fokus tinggi dan bisa mengatur naik turun ritme & semangat pemain.

Baca Juga :  Mengenal Filosofi, Gerakan, Musik dan Fungsi Tari Pasambahan

Dendang pada Randai

Untuk penggiring gerak, biasanya digunakan nyanyian (dendang). Ada beberapa jenis dendang yang ada dalam randai. Diantaranya ada dendang yang harus ada.Seperti SImarantang, Dayang Daini, Simarantang Tinggi , dan masih ada dendang lain seperti ratok dll

Masih banyak keunikan lain dalam randai, sebagai sebuah seni pertunjukan yang dinamin dan terus berkembang. Jadi wajar saja, makin banyak yang ingin belajar Randai bahkan bule dari luar negeri.

Randai Klasik, Randai Kreasi & Randai Kontemporer

Ada banyak jenis randai yang dibawa ke panggung pertunjukan. Secara garis besar, randai terbagi atas 3 jenis. Yaitu randai klasik, kreasi dan kontemporer.

Randai klasik memiliki gerakan yang murni berasal dari gerakan pencak silat, Variasi gerakannyapun terbilang sedikit dan monoton. Pertunjukan ini biasanya sekarang hanya dapat ditemui di kampung-kampung adat yang masih teguh mempertahankan budaya.

Sedangkan randai kreasi adalah randai yang menggabungkan gerakan randai dengan memvariasikannya dengan beberapa gerakan tari minang lain yang sudah ada. Sehingga randai terlihat semakin dinamis dan kaya warna. Saat sekarang randai yang paling populer dibawa ke panggung adalah randai jenis satu ini.

Lalu bagaimana dengan randai kontemporer? Randai kontemporer sendiri mirip dengan randai kreasi, hanya saja pada randai kontemporer dimasukkan unsur-unsur dan nilai-niliai modern. Mungkin kita pernah melihat ada pertunjukan randai yang menggabungkan randai dengan dendang berupa musik rap? ya, itu adalah salah satu modernisasi pada randai. Itulah yang kita kenal dengan istilah randai kontemporer.

Comments

comments

Share.

About Author

Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D

Comments are closed.