Mengenal Makna, Sejarah dan Filosofi Gerakan Tari Rantak

0

Tari Rantak terkenal dengan gerakan yang tegas dan dinamis. Salah satu ciri khas sekaligus daya tarik dari pertunjukan tari ini terletak pada gerakan menghentakan kaki ke lantai sehingga menimbulkan bunyi-bunyian khas. Hentakan kaki ini sesuai dengan ketegasan gerak penari dan diimbangi dengan musik yang bertempo cepat.

Rantak diadaptasi dari kata hentak (langkah kaki dengan keras). Sekilas bunyilangkah kaki yang ditimblkan pada pertunjukan tari seperti hentakan kaki tentara. Kuat, tegas dan kompak sehingga menimbulkan bunyi bunyian dinamis menambah semarak dan semangat para penari.

Tarian rantak minang diperkirakan diadaptasi dari Tari Rantak Kudo, yang merupakan tarian tradisional daerah kerinci (Sekarang masuk provinsi Jambi). Tak dipungkiri kemudian tarian ini mempengaruhi terciptanya tarian rantak minang. Meskipun dasarnya memiliki kesamaan, berupa kekhasan pada hentakan kaki, namun kemudian para seniman minang mengkolaborasikan dengan gerakan silek minang yang tegas.

Gerakan silat yang digunakan adalah bagian dari bungo silek , artinya memang gerakan silat yang fungsinya untuk pertunjukan semata, yang ditonjolkan tentunya seni dan keindahan ketika dipertontonkan. Gerakan tersebut tentunya berbeda dengan gerakan silat untuk tujuan beladiri.

Gerakan silat yang digunakan pada tari, tentunya memiliki makna filosofi masing masing. Yaitu:

  • Tagak
Baca Juga :  Mengenal 4 Jenis Rangkiang Rumah Gadang & Filosofi dan Kegunaannya

Tagak yang berarti berdiri tegak, atau sebuah konsep merenung sebelum melakukan segala sesuatu.

  • Ukua Jo Jangko

Ukua jo Jangko adalah gerakan seperti mengukur yang bermaksudkan segala sesuatu harus diukur dengan kemampuan.

  •  Pandang Kutiko

Pandang Kutiko adalah gerakan memandang, ini berarti untuk menafsirakn sesuatu pelajaran dengan bijak dan tidak berat sebelah.

  • Garak garik

Garak Garik meiliki arti bergerak dan melakukan sesuatu dengan penuh kepekaan serta kewaspadaan.

  • Raso Pareso

Raso Pareso adalah sebagai suatu simbol atau pikiran yang menyatu dengan hati nurani.

Tarian ini termasuk tarian yang cukup sering dibawakan untuk hiburan, meskipun penikmatnya tidak sebanyak tari piring namun tetap menjadi tari yang paling ditunggu-tunggu.

Comments

comments

Share.

About Author

Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D

Comments are closed.