Wisata Sumbar dan Segenap Kecantikannya di Malam Hari

0

Sumatera Barat mempunyai destinasi wisata yang makin cantik di malam hari. Keberadaan lampu-lampu hias yang ditata apik dan kreatif menambah syahdunya jalan-jalan di ranah minang di malam hari. Bahkan tak sedikit pengunjung yang sengaja datang malam hari karena alasan lebih cantik saat difoto.

Meskipun sumatera barat (minangkabau) seringkali dipersepsikan masih sangat kaku dan rigid memegang adat istiadat. Banyak yang menganggap sumatera barat di alam hari akan sangat lengang karena orang-orangnya dianggap tabu, jika masih berkeliaran di malam hari.

Toh ternyata tidak demikian, minangkabau adalah suku bangsa yang terbuka terhadap perubahan dan kemajuan. Buktinya, banyak tempat wisata malam di minangkabau yang ramai oleh keluarga dan muda-mudi. Bagi anda yang terdampar ke sumatera barat di malam hari, tidak ada salahnya mengunjungi spot wisata malam yang sangat instagramable  dan selfie-able ini.

Jam Gadang – Bukittinggi

Bukittinggi dengan keindahan Jam Gadangnya masih menjadi magnet yang begitu besar bagi para wisatawan. Taman pelataran yang cantik serta dikelilingi penjual cemilan dan makanan kecil ini menjadikan Jam Gadang berada di urutan pertama sebagai tempat wisata sumbar tercanti di malam hari.

Jam Gadang di Malam Hari

Jam Gadang di Malam Hari

Tambahan lampu sorot berwarna warni dan lampu hias kecil menjadikan jam setinggi 26 meter ini makin terlihat cantik dan mewah. Banyak muda mudi Bukittinggi hingga wisatawan luar kota yang menyempatkan beristirahan di taman Jam Gadang, ataupun untuk foto-foto bersama keluarga dan orang tersayang.

Baca Juga :  Gunung Talamau : Cantiknya Pesona 13 Telaga & Air Terjun Lenggo Geni

Kelok 9 – Payakumbuh

Kelok sembilan (9) dahulunya menjadi momok bagi pengguna jalan raya lintas sumbar-riau. Medan yang berbukit-bukit dan berkelok kelok ini sudah banyak memakan korban. Jalanan yang kecil dan licin membuat banyak pengendara yang kurang berhati-hati terperosok ke lembah curam di bawahnya.

Kelok 9

Kelok 9 di Malam Hari

Namun lihatlah wajah baru keok 9 saat ini, sangat cantik dan apik. Jalan layang yang diinisiasi oleh presiden Megawati Soekarno Putri pada tahun 2003 ini diselesaikan 10 tahun kemudian. Pada tahun 2013, jalan layang ini resmi dibuka, adalah Susilo Bambang Yudhoyono, selaku presiden Republik Indonesia masa itu yang memotong pita peresmian. Hingga kini, jalan layang yang berada di jalan lintas Sumbar Riau itu menjadi rest area paling rama disinggahi.

Jembatan Siti Nurbaya – Padang

Setelah Bukittinggi dan Payakumbuh, sekarang kita beranjak ke Kota Padang, Ibu Kota provinsi Sumatera Barat. Salah satu objek wisata malam hari yang paling populer di kota Padang adalah Jembatang Siti Nurbaya. Dengan kerlap kerlip lampu malam membuat Jembatan satu ini makin terlihat cantik dan romantis. Wajar saja banyak muda mudi dan keluarga yang jalan-jalan malam ke sini. Sambil menikmati aneka jajanan seperti jangung rebu, kacang rebus, sate dll.

Jembatan Siti Nurbaya

Jembatan Siti Nurbaya Malam Hari

Jembatan sepanjang 156 meter ini konon dinamakan demikian sebagai pengingat Kisah Kasih tak Sampai – SIti Nurbaya. Memang, jembatan yang berada di atas sungai Batang Arau ini dibuat untuk menghubungkan kota Padang, sekaligus akses ke Gunung Padang, tempat dimana konon Sitti Nurbaya dan Syamsul Bahri dimakamkan.

Baca Juga :  Wisata ke Pantai Air Manis dan Menjenguk Peninggalan Malin Kundang

Monumen Merpati Perdamaian – Padang

Meskipun terbilang baru, Monumen merpati perdamaian ini sukses memikat hati banyak orang. Monumen setinggi 8 meter ini  diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2016 dan langsung menjadi pusat kegiatan masyarakat. Salah satunya menjadi pusat kegiatan Tour de Singkarak dan Festival Siti Nurbaya.

Monumen Merpati Perdamaian

Monumen Merpati Perdamaian

Monumen berbentuk origami burung merpati ini merupakan bagian dari latihan Maritim Angkatan laut. Pada 2016 silam, Sumatera Barat ambil bagian sebagai tuan rumah Multilateral Naval Exercise Komodo. Acara militer angkatan laut antar negara itu memberikan kenang-kenagan sebuah monumen merpati perdamaian kepada masyarakat Minangkabau.

Mesjid Raya Sumatera Barat – Padang

Masjid Raya Sumatera Barat adalah masjid terbesar di Minangkabau, dengan luas kawasan mencapai 4 hektar. Masjid ini sudah lama dicita-citakan. Pelatakan batu pertama kala itu oleh Gubernur Gamawan Fauzi pada tahun 2007. Namun akibat gempa 2009, pembangunannya sementara dihentikan.

Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat

Mesjid tiga lantai ini memiliki desain arsitektur yang sangat unik dan kental dengan Budaya Minangkabau. Bagian atap dibuat tidak berbentuk kubah masjid pada umumnya (dome), tapi berbentuk menyerupai gonjong yang meruncing di empat sisi. Aneka ukiran khas minang juga menghiasi bagian dinding dan tiang masjid.

Masjid yang memiliki konstruksi aman terhadap gempa ini cocoklah menjadi tujuan akhir wisata malam hari di Sumatera Barat. Jangan lupa untuk menunaikan sholat, jangan datang hanya untuk berfoto ria 😀 Please Welcome and Enjoy Minangkabau!

Comments

comments

Share.

About Author

Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D

Comments are closed.