Filosofi Adat dan Budaya Minangkabau
Penampilan Silek Tuo Pagaruyuang di depan Rumah Gadang

Warisan, Harta Pusaka Tinggi &Rendah di Minangkabau. Apa Bedanya?

Posted on

Sempat menjadi isu yang ramai mengenai sengketa pembebasan lahan. Terkait dengan pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru. Tepatnya di sektor Padang – Sicincin. Dimana jalur pembangunan jalan tol tersebut melewati tanah ulayat yang tak lain adalah harta pusaka tinggi.

Dalam budaya minangkabau, harta pusaka tinggi merupakan harta yang milik persukuan. Harta tersebut diturunkan secara turun temurun lintas generasi sesuai garis keturunan perempuan (Ibu).

Sebagai tanah ulayat, tanah tersebut terlarang untuk diperjual-belikan. Tanah tersebut tetap dijaga, diolah dan diambil manfaatnya. Bahkan dalam kondisi mendesak sekalipun, tanah tersebut hanya boleh digadai.

Warisan di Minangkabau

Warisan di minangkabau secara general terklasifikasi menjadi 2. Sako dan Pusako. warisan ini diturunkan ke generasi berikutnya yang dinilai berhak secara aturan adat minang.

Sako merupakan warisan non-harta. Bentuknya adalah berupa gelar adat. Gelar tersebut merupakan kebanggaan dan ciri khas yang melekat pada masayrakat adat di suku tersebut. Gelar adat tersebut biasanya dipakai oleh Penghulu adat. Kemudian diturunkan secara turun-temurun ke kemenakan yang laki-laki.

Pusako merupakan harta warisan fisik, berupa tanah. Harta ini terbagi dua, yaitu harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah.

Harta Pusaka Tinggi

Harta pusaka tinggi merupakan harta yang secara turun temurun diwariskan melalui garis keturunan ibu. Harta berupa tanah (sawah, ladang, pandam pakuburan, dll) ini biasanya didapatkan dengan membuka lahan dan menancapkan tiang patok sebagai batas.

Warisan ini kemudaian dijaga secara turun temurun, dimanfaatkan oleh keluarga sesuku. Status tanah yang tidak tercatat secara resmi, baik kepemilikan (sifatnya milik kaum, bukan pribadi) kemudian membuat harta ini tidak bisa dijual. Selain karena memang tidak boleh dijual secara adat. Karena akan memberikan coreng di kaum tersebut.

Dalam keadaan mendesak. Harta warisan pusaka tinggi ini hanya boleh dipagang-gadaikan. Itupun harus dengan rundingan dan musyawarah kaum, disetujui oleh ninik mamak satu kaum. Apa saja syarat harta pusaka tinggi boleh digadaikan?

Gadih Gadang Alun Balaki

Dalam strata kehidupan matrilineal perempuan memegang peranan yang penting untuk menjaga tumbuh kembang suatu kaum. Karena meewati garis keturunannyalah kemudian gelar sako dan pusako diwariskan.

Untuk itu, dalam keadaan mendesak, saat ada perempuan minang yang sudah memasuki usia pernikahan namun terkendala biaya. Harta pusaka tinggi boleh dipagang-gadaikan.

Rumah Gadang Katirisan

Perempuan adalah limpapeh rumah gadang. Bundo Kanduang merupakan simbol sebagai tempat mengadu keluarga. Untuk itu, ia harus punya tempat bernaung yang layak untuk bisa menaungi kehidupan anak-anak dan keluarganya.

Rumah gadang haruslah tetap kokoh berdiri. Sebagai tempat pulang, sebagai tempat untuk bernaung. Untuk itu,ketika rumah gadang tiris/bocor ataupun kerusakan lainnya. Sementara kondisi yang tengah dalam kesusahan, maka harta pusaka tinggi boleh dipagang-gadaikan.

Mayik Tabujua di Tangah Rumah

Kematian merupakan hal yang tidak bisa disangka-sangka. Kedatangannya tidka ada siapapun yang akan tahu.

Dalam kondisi darurat, ketika ada kematian di suatu rumah. Sedangkan keluarga dalam kondisi tidka punya pegangan untuk mengerakan penyelenggaraan jenazah dengan layak, maka harta pusaka tinggi boleh dipagang-gadaikan.

Mambangkik Batang Tarandam

Mambangkik batang tarandam adalah istilah minang untuk memakaikan (menyematkan) kembali sako (gelar adat) yang pernah disimpan.

Dalam kondisi tertentu sako boleh untuk disimpan (dilipek) boleh jadi karena belum ada anak kemenakan yang pas/ patut untuk menyandang gelar kebesaran tersebut. Mungkin karena belum ada ataupun usianya dikira belum cukup dewasa.

Untuk mengadakan perhelatan adat memakaikan gelar ini, tentunya sangat butuh biaya. Sehingga dengan kesepakatan kaum, harta pusaka boleh dipagang-gadaikan untuk menutupi kebutuhan kenduri.

Harta Pusaka Rendah

Jika harta pusaka tinggi diwariskan melalui garis keturunan ibu. Lalu bagaimana dengan anak laki-laki? Darimana kemudian ia mendapatkan bagian harta warisan?

Harta pencaharian keluarga (ayah) atau yang kemudian dikategorikan sebagai harta pusaka rendah tetap kembali ke keluarga tersebut (Istri, anak perempuan dan anak laki-laki).

Pembagian harta warisan ini kemudian sesuai dengan aturan warisan yang berlaku di dalam agam islam. Keluarga kaum, dan bahkan kemenakan dari ayah (yang meninggal) tidak berhak untuk ikut serta dalam pembagian harta tersebut.

Begitulah kehidupan di Minangkabau. Dengan adat dan syarak yang mengatur setiap detail kehidupan beradat dan bergama.

Comments

comments

Gravatar Image
Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D