Tari Lilin : Sejarah, Fungsi, Gerakan dan Musik Pengiring

0

Tari Lilin memang tidak sepopuler tari minang lain seperti Tari Pasambahan, Tari Piriang, maupun tari Indang. Namun tarian ini sangat kental dengan budaya minang. Konon tarian ini adaah tarian untuk orang-orang kerajaan. Sehingga gerakan yang dibuat tidak begitu ‘heboh’ seperti tari minang lainnya, tari piriang misalnya.

Salah satu fiosofi yang coba disampaikan penari adalah kehati-hatian. Bagaimana ia harus menjaga lilin agar tak jatuh dan dilain sisi harus menjaga komitmen untuk menyelesaikan tujuan yang ingin dicapainya.

Sejarah

Konon dahulu ada seorang gadis yang ditinggalkan tunangannya pergi merantau. Semasa dalam penantian, si Gadis kehilagan cincin tunangannya. Ia mencari kesana kemari hingga larut malam. Untuk penerangan, ia menggunakan lilin yang diletakan diatas piring kecil.

Fungsi

Dahulunya tari lilin hanya dinikmati oleh kalangan kerajaan. Sehingga wajar saja tarian ini sangat menonjolkan keanggunan gerakan. Sekarang Tari Lilin sudah banyak dikembangkan, dan fungsinya berubah untuk tujuan hiburan semata. Selain itu juga seringkali diselipkan sebagai selingan ketika menyambut tamu, setelah penampilan tari pasambahan tentunya.

Gerakan

Gerakan tari lilin dipilh dengan sangat selektif. Karena selain harus menunjukkan keanggunan penari dalam temparam cahaya lilin, gerakan dipilih haruslah yang tidak ‘heboh’ agar lilin yang dipegang penari tidak jatuh atau tetesannya meleleh kemana-mana.

Tarian dimainkan berkelompok. Gerakan membungkuk, gemulai dan gerakan berdoa menggambarkan suasana sekelompokgadis desa yang tengah membantu temannya mencari cincin tunangan yang hilang. Sehingga tampak sekali tarian ini mengandung drama dan cerita.

Baca Juga :  Mengenal Makna, Sejarah dan Filosofi Gerakan Tari Rantak

Musik

Untuk menciptakan suasana kehilangan, berusaha, berdoa dan mencari diperlukan suport dari musik pengiring. Karena gerakannya yang gemulai, musikpun dibuat dengan tempo yang lambat namun tetap khidmat. Alat musik yang digunakan juga tidak banyak dan seringkali didominasi oleh penuturan lisan (paduan suara – dendang). Selain untuk pengiring, juga menuturkan alur dan cerita dalam tari.

Tari Lilin memang tidak sepopuler tarian minang lainnya, tapi dilihat dari struktur tari, Tarian ini bahkan bisa masuk dalam tarian modern populer. Penyampaian drama dan cerita melalui tari adalah esensi tari modern yang populer saat ini.

Comments

comments

Share.

About Author

Undergraduated Student of University of Indonesia. Gadih Minang asli. Lahia di Ranah Minang & Gadang jo Samba Randang. Hoby Menari Minang, Menyanyi Lagu Minang dan Terutama Makanan Minang :D

Comments are closed.