kelemahan dan kejelekan orang padang

Stereotip Keliru tentang Orang Minang yang Membuat Jengkel

Posted on

Sekilas lalu keturunan Minang memiliki kemiripan dengan orang Cina. Mungkin karena keduanya adalah sama-sama bangsa yang suka merantau dan ahli berdagang. Tapi jangan salah, untuk kemampuan berdagang orang minang lebih ahli. Prinsip mereka jelas, yaitu selalu didepan. Bahkan di depan toko orang Cina, ada dagangan orang MinangĀ šŸ˜€

Terlahir sebagai orang minang adalah suatu kebanggaan. Banyak para tokoh minang yang mengukirkan nama nya di Indonesia. Tidak hanya politik, seperti Bung Hatta, Buya Hamka, Tan Malaka, juga banyak bidang lain seperi seni dan sastra, misalnya Ismail Marzuki, Marah Rusli. Meskipun demikian, ada saja orang (bukan minang) yang mengidentikan dengan hal yang keliru.

Padang Bengkok

Tidak begitu jelas bagaimana mulanya ada istilah ini. Ada yang mengatakan bahwa istilah ini dahulunya digunakan untuk orang-orang padang (minang) yang bernaung dibawah komunisme (Palu Arit). Bengkok disini makasudnya adalah orang padang (minang) yang membelot dari ajaran adat basandi syarak, sebagai falsafah hidup minangkabau.

Makin kesini, istilah padang bengkok lebih sering dipakai sebagai kiasan untuk orang-orang minang yang cadiak buruak , tidak jujur, culas. Sehingga wajar saja, dikatakan padang bengkok bisa membuat jengkel.

Semuanya orang Padang

‘kamu Orang padang Juga?’

‘iya’

‘padangnya dimana?’

#!%^!^#R!#&!#%!#!#!*#^!

Pertanyaan padangnya dimana? saja sudah cukup membuat jengkel. Pasalnya, orang (bukan minang) salah mengkategorikan, mereka menganggap semua orang dari Sumatera Barat adalah orang Padang. Padahal padang adalah daerah/kota yang menjadi ibukota provinsi.

Kalau anda misalnya dari padang atau padang panjang mungkin tidak akan bingung menjawab pertanyaan padangnya dimana? . Tapi bagi anda yang berasal dari Bukittinggi, atau Pasaman, tentu akan sedikit rancu.

‘Padangnya dimana?’

Bukittinggi

oh, padangnya di bukittinggi

&%%&@&*$^$*!$*$^ WHAT?

Orang Padang Pelit

Entah apa alasannya, tapi stereotip ini sangat melekat pada nama orang Minang. Pernah suatu kali ditanyakan kenapa mereka menganggap orang minang pelit. Ada yang mengatakan, orang padang itu culas, tidak mau rugi. Bahkan ada yang menghubungkannya dengan nasi padang.

Kalau makan nasi padang, nasinya dikit padahal bayarnya mahal. Untuk makan kenyang, kita harus bayar lagi untuk nasi tambah. Belum lagi kalau nambah, kadang harus minta dulu supaya uda di rumah makan mau memberi kuah dan lado. Jadi wajarlah kalau orang padang itu dibilang pelit. Begitu pengakuan salah satu dari mereka.

Laki Laki Padang ‘Dibeli’Ā 

Hal ini langsung sekaligus menimbulkan opini negatif ganda untuk lelakiĀ minang. Bila secara umum orang minang itu (termasuk laki-laki) pelit, kemudian berikutnya dilabeli Materialialistis . Padahal dalam praktiknya kondisi laki-laki dibeli, hanya ada di adat pernikahan masyarakat Pariaman. Sehingga tidak semua laki-laki minang ‘dibeli’ sebelum dinikahkan.

Perempuan Padang ‘Dipaksa Kawin’

Anggapan tentang perempuan dipaksa kawin tidak lepas dari film Siti Nurbaya, yang disana digambarkan nurbaya dipaksa untuk menikah dengan Datuak Maringgih. Itu sudah sangat jaman dahulu sekali, zaman sekarang perempuan minang sudah ‘merdeka’ untuk memilih dengan siapa ia mau berjodoh.

Dan masih banyak lagi anggapan yang keliru tentang orang minang. Anggapan yang mungkin sifatnya hanya gurauan atupun untuk lucu-lucuan ini kadang memang bisa membuat jengkel.

Comments

comments

Gravatar Image
Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D