Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2017 digelar 25 -27 Agustus

0

Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) meskipun terbilang baru namun sanggup menarik belasan ribu orang untuk berkunjung dan berpartisipasi. Festival pariwisata ini tidak hanya menampilakan pameran songket khas silungkang (sawahlunto) tersebut, tapi juga diselingi dengan acara kebudayaan lainnya.

Songket adalah salah satu sentra andalan Sawahlunto tepatnya di silungkang. Meskipun sebenarnya ada dua daerah lain yang juga terkenal dengan songketnya di minangkabau, yaitu Payakumbuh dan Songket Pandai Sikek yang sempat dipatrikan dalam lembaran uang lima ribu rupiah emisi 1999.

Setelah sukses menyedot atensi hingga 17000 orang ke Sawahlunto pada 2015 & 2016, tahun ini Karnaval Songket ini hadir lebih mewah. Berikut agenda lengkap Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2017;

  1. Pameran Songket Internasional (25 -27 Agustus)
  2. Fashion Show CIlik (25 Agustus)
  3. SISCa Night (26 Agustus)
  4. Konferensi Songket Nusantara (26 Agustus)
  5. Karnaval Sogket Silungkang (27 Asustus)
Sawahlunto Songket Carnival

Sawahlunto Songket Carnival

Keunikan Songket Silungkang

Songket silungkang dibuat secaratradisional. Alat yang digunakan sebagian besar masih memanfaatkan tenaga manusia. Hal ini justri mejadi keunikan tersendiri, karena pengarjin bisa melakukan modifikasi beragam motif songket dan warna sesuai dengan keinginan pembeli (pasar).

Warna paling dominan yang digunakan adalah warna merah dan hitam. Sedangkan songket modifikasi saat ini sudah kaya akan warna, seperti warna hijau dan biru. Tak hanya warna, motifnya pun sudah banyak mengalami penyesuaian agar terlihat modis dengan model masa kini.

Baca Juga :  Kategori Yang (Wajib) dimenangkan Sumbar di Anugerah Pesona Indonesia

Proses pembuatan songket silungkang tidak begitu jauh berbeda dengan songket Pandai Sikek. Benang yang digunakan juga sama. Hal yang paling utama adalah benang yang terentang. Benang ini menjadi warna dasar dari songket yang akan dibuat. Untuk motif biasanya menggunakan benang berwarna emas, oleh masyarakat setempat biasa disebut makau.

Pembuatannya yang masih tradisional dan semi-tradisional ini menjadi alasan kenapa satu lembar songket harganya sangat mahal. Selain itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil karya cipta kebudayaan dan seni berkualitas tinggi.

SISCa di Anugerah Pesona Indonesia 2017

Anugerah Pesona Indonesia 2017

Anugerah Pesona Indonesia 2017

SISCa bukan lagi festival kelas nasional, tapi sudha menjadi agenda pariwisata tingkat dunia. Sehingga wajar saja kemudian dinas pariwisata memasukan SISCa dalam pemilihan Anugerah Pesona Indonesia 2017 dalam kategori Festival Pariwisata terpopuler.

Dari perolehan sementara, Sawahlunto International Songket CarnivalSISCA berada pada posisi 2 sebagai festival pariwisata terpopuler dengan selisih suara 4% dengan juara sementara. Untuk vote SISCA sebagai festival pariwisata terpopuler versi Anugerah Pesona Indonesia silahkan vote lewat ayojalanjalan.com (periode vote hingga 30 Oktober 2017).

Comments

comments

Share.

About Author

Established Since "Gunuang Marapi Sagadang Talua Itiak"

Comments are closed.