Alasan Perantau Minang Malas Pulang Kampung Selain ‘Larek di Rantau’

0

Diantara perantau minang ada istilah ‘Marantau Cino’Istilah ini merupakan sindiran untuk orang minang yang merantau dan tidak pulang-pulang. Dikiaskan dengan ‘Cina’ untuk melambangkan bahwa rantaunya sangat jauh. Jauh dalam artian fisik, atau juga kampungnya sudah jauh tertimbun di hati mereka.

Biasanya momen lebaran idul fitri adalah waktu yang tepat untuk pulang kampung. Idul fitri adalah waktu dimana semua anggota berkumpul bersama keluarga besar. Ini merupakan momen tahunan, sehingga sejauh apapun mereka merantau pasti diusahakan untuk pulang. Untuk meminimalisir pengeluaran dan ongkos pulang kampung, biasanya banyak yang mengadakan even Pulang Basamo dengan mencarter bus.

Satinggi-tinggi tabangnyo bangau

Pulangnyo ka kubangan juo

Jauah bana badan marantau

Isuak ka pulang kampuang juo

Pepatah minang ini bercerita tentang bangau yang pasti pulang ke kubangan. Hanya saja, tidak semua perantau minang adalah bangau. Ada perantau yang malas pulang kampung. Selain Larek di Rantau,  ini alasan mereka tidak pulang-pulang.

Pulang Malu Tak Pulang Rindu

Tak semua perantau minang memiliki kehidupan yang lebih baik dibanding usahanya di kampung halaman. Hanya saja, karena sudah terlanjur keluar dari kampung maka tidak ada namanya langkah surut. Sehingga wajar saja ketika laba usaha setahun tidak mencukupi untuk modal pulang kampung banyak perantau yang memutuskan untuk tidak pulang kampung.

Baca Juga :  7 Pepatah Minang yang Harus diterapkan Agar Sukses Merantau

Lazimnya, perantau tipe ini hanya akan mengirimkan salam rindu kepada orang tua dan kampung halaman melalui surat dan wesel.

‘Manggaleh’ di Hari Rayo

Sebagian besar perantau minang adalah pedagang. Momen idul fitri adalah waktu yang paling tepat untuk menangguk untung. Sehingga wajar saja, sebelum lebaran gudang-gudang dan stok dipenuhi agar bisa tetap manggaleh (berdagang) di bulan Ramadhan hingga malam takbiran dan bahkan di hari raya itu sendiri.

Tipe perantau panggaleh  ini biasanya mencari untung di idul fitri dan baru akan setelah lebaran usai, atau bahkan baru pulang di lebaran haji.

Tidak Punya Kampung Halaman

Meme Pulang Kampung

Meme Pulang Kampung

Salah satu alasan untuk pulang kampung adalah untuk mengunjungi orang tua. Saat orang tua sudah meninggal, atau sudah dibawa ke rantau, biasanya anak akan malas untuk pulang. Tipe perantau seperti ini biasanya adalah perantau legend yang sudah merantau puluhan tahun, sehingga kadang sudah lupa dengan kampung halaman sendiri.

Ditanya ‘kapan nikah?’

Pertanyaan kapan nikah adalah pertanyaan yang bisa merusak momen idul fitri. Bagi perantau laki-laki, pertanyaan tersebut tidak begitu berefek. Lain halnya dengan perempuan. Ketika perempuan yang ‘asyik’ merantau ditanya kapan nikah, akan sulit menekan jawabannya :D. Seringkali pertanyaan ini seolah-olah menjadi sindiran yang membuat perempuan tersebut ‘tidak laku’.

meme lebaran

Stop bertanya ‘Kapan Nikah?’ saat lebaran

Hal ini kemudian menjadi alasan para pemuda dan pemudi minang pulang kampung. Sehingga saja banyak perantau minang berusia produktif tidak pulang kampung. Wajar saja kemudian minangkabau didominasi apak-apak jo etek-etek, yang uda-uda jo uni-uni malas pulang kampung.

Comments

comments

Share.

About Author

Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D

Comments are closed.