‘Trio Minang’ yang Berjasa Dalam Persiapan Kemerdekaan Indonesia

0

Tepat pada 17 Agustus 72 tahun yang lalu bangsa Indonesia memploklamirkan kemerdekaan. Tercatat dalam sejarah, Moh Hatta adalah salah satu yang ikut menandatangani naskah proklmasi tersebut. Memang perjuangan kemerdekaan bukanlah hanya oleh Soekarno dan Hatta, ada jutaan nyawa yang saling topang menopang agar kedua tokoh ini bisa megibarkan merah putih sebagai bangsa yang merdeka.

Setelah 3,5 abad dijajah oleh bangsa Belanda, bak keluar dari mulut harimau masuk mulut buaya, Indonesia kembali dijajah oleh Jepang. Hingga pada pertengahan tahun 1945 Jepang mulai mengalami kekalahan. Kala itu, 1 Maret 1945, Jepang ‘mengiming-imingi’ Indonesia hadiah kemerdekaan jika bersedia membantu pertempuran terakhir Jepang.

Bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Jepang, Hirohito, dibentuklah Badan Pernyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Badan resmi bentukan Jepang ini memiliki 69 anggota dari berbagai golongan.

Diantara 69 anggota tersebut, terdapat tiga pentolan asal minangkabau yang dianggap memiliki andil cukup besar dalam persiapan kemerdekaan republik Indonesia tersebut.

Mohammad Yamin

Moh Yamin adalah putera asli Sawahlunto. Beliau terkenal dengan idealisme kebangsaannya yang kuat. Sejak masa Sumpah Pemuda, ia sudah snagat vokal menyuarakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Tanah AIr & Tanah Tumpah Darah adalah dua dari sekian frasa yang dicetuskan dan dipopulerkan oleh M Yamin.

Mohammad Yamin

Mohammad Yamin

Pada sidang pertama BPUPKI (29 Mei 1945), Moh Yamin membacakan pidatonya. dalam pidato tersebut, Yamin menyinggung masalah dasar negara (Pancasila).

  1. Peri Kebangsaan
  2. Peri Kemanusiaan
  3. Peri Ketuhanan
  4. Peri Kerakyatan
  5. Peri Kesejahteraan Rakya
Baca Juga :  Moh Hatta dan Tan Malaka - Saat Beriringan Hingga Bersimpang Jalan

Secara terulis ia menyerahkan gagasan mengenai lima bulir dasar negara Indonesia. Yaitu;

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kebangsaan dan Persatuan Indonesia
  3. Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dala permusyawaratan/perwakilan
  5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Haji Agus Salim

Haji Agus Salim adalah putera asli Koto Gadang, AgamBerbeda dengan kebanyakan tokoh nasional lain yang menghabiskan masa studi di negeri Belanda. Agus Salim banyak menimba ilmu agama di Jeddah, Arab Saudi, setelah menyelesaikan sekolahnya di Batavia.

Haji Agus Salim

Haji Agus Salim

Diantara sidang dan pertama dan kedua BPUPKI, sempat dibentuk panitia kecil berjumlah 9 orang, yang lebih dikenal sebagai Panitia Sembilan. Salah satu hasil gagasan yang dikeluarkan adalah Piagam Jakarta, yang isinya tak kurang dna tak lebih seperti Pancasila yang kita kenal sekarang (dengan sedikit perubahan).

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya,
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab,
  3. Persatuan Indonesia,
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Klausa ‘dengan kewajiban dan menjalankan syariat islam bagi pemeluknya’ dipercaya sebagai hasil pemikiran dan desakan Haji Agus Salim  dan tokoh tokoh islam dalam panitia tersebut.

Mohammad Hatta

Mohammad Hatta

Mohammad Hatta

Hatta adalah putera asli Fort de Kock (Bukittinggi). Ia aktif berorganisasi dan menuarakan kemerdekaan bahkan sejak ia masih menempuh pendidikan di negeri Belanda. Sepulang dari Belanda ia diasingkan karena dianggap berbahaya bagi kolonial, apalagi setelah menolak undangan Belanda bergabung dalam parlemen.

Baca Juga :  Biografi dan Profil Rasuna Said : Pionir Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia

Hingga kemudian ketika Indonesia dijanjikan untuk hadiah kemerdekaan oleh Jepang. Bung Hatta memgang peran penting dalam BPUPKI. Beliau menjabat sebagai wakil ketua. Jabatan tersebut tetap dipegang Hatta hingga Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dibentuk di hari-hari menjelang kemerdekaan Indonesia.

Pada hari H kemerdekaan, Bung Hatta adalah orang yang mendampingi Soekarno membacakan teks proklamasi. Setelah itu, berdasarkan hasil rapat PPKI, Bung Hatta dilantik menjadi wakil dari presiden Soekarno.

Comments

comments

Share.

About Author

Undergraduated Student of University of Indonesia. Gadih Minang asli. Lahia di Ranah Minang & Gadang jo Samba Randang. Hoby Menari Minang, Menyanyi Lagu Minang dan Terutama Makanan Minang :D

Comments are closed.