Padang Mangateh Tetap Buka Untuk Umum. Berikut Cara & Tips ke Sana

0

Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Padang Mangateh sering disandingkan dengan peternakan sapi di New Zealand, Australia. Hamparan padang rumput seluas 280 hektar ini merupakan proyek peternakan yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Sapi-sapi dilepaskan hidup dan berkeliaran di area sabana yang sangat luas ini.

Peternakan yang terletak di pinggang Gunung Sago, Payakumbuh, Kabupaten 50 Kota ini dinilai sangat ideal untuk tempat tumbuh kembang sapi ternak. Kondisi geografis padang mangateh yag berada di daerah tropis, namun dengan curah hujan dan kelembapan cukup tinggi ini membuat rumput tumbuh subur. Sehingga sapi-sapi mendapatkan pakan terbaik, selain itu dengan dilipaskan di alam liar sapi-sapi akan cepat besar karena terhindar dari stres (dibanding jika dikandangkan).

Padang Mangateh Ditutup

Pada pertengahan tahun 2015, peternakan padang mangateh ini sempat menjadi viral di sosial media. Kondisi alam dan padang rumputnya yang mengingatkan siapapun akan peternakan sapi di New Zealand tersebut membuat banyak orang yang berkunjung dan berswafoto (selfie) di sini.

Lonjakan pengunjung yang cukup tinggi ini kemudian menimbulkan masalah tersendiri bagi balai pembibitan ternak unggul yang bergelar New Zealand-nya Sumatera Barat tersebut. Selain keberadaan pengunjung yang terlalu ramai mengakibatkan sapi-sapi menjadi stres, kebiasaan buruk pengunjung juga menjadi penyebab ditutupnya peternakan padang mangateh.

Sampah pengunjung yang dibuang sembarangan, serta kebiasaan pengunjung yang memberi makanan kepada sapi membuat pengelola akhirnya memutuskan untuk menutup kawasan tersebut. Banyak sapi yang sakit, akibat memakan makanan yang dilemparkan pengunjung ataupun termakan sampah sisa kunjungan.

Baca Juga :  'Lembah Harau' : Objek Wisata Alam dan Budaya di Payakumbuh

Padang Mangateh dibuka Kembali

Setelah sempat ditutup untuk umum, kawasan Wisata Edukasi Padang Mangateh kembali dibuka untuk umum. Hanya saja, pengelola memberikan izin yang sangat selektif dengan syarat yang ketat bagi masyarakat yang ingin berkunjung.

Selain itu, pengelola tidak lagi mengizinkan pengunjung untuk membawa kendaran sendiri masuk ke areal peternakan, Pengunjung hanya boleh masuk dengan kendaraan yang telah disedikan dan harus diiringi oleh salah satu petugas.

Cara ke Padang Mangateh

Meskipun terbuka untuk umum, pihak BPTU Padang Mangateh memberikan syarat bagi pengjunjung yang ingin berkunjung. Berikut persyaratan yang harus dipenuhi untuk berkunjung ke New Zealand-nya Sumatera Barat tersebut;

  1. Mendaftar secara on line
  2. Pendaftaran dilakukan maksimal 1 minggu sebelum rencana kunjungan.
  3. Untuk pendaftaran secara on line, pada saat datang ke BPTUHPT Padang Mengatas harus membawa tanda bukti penerimaan (print out )
  4. Membawa surat pengantar dari instansi/ lembaga yang mengirim (formulir download disini)
  5. Kunjungan bersifat kedinasan/ di bawah arahan dinas/ lembaga/instansi dengan materi edukasi peternakan
  6. Bersedia mengikuti semua peraturan dan disiplin di BPTUHPT Padang Mengatas
  7. Kunjungan dilaksanakan pada hari kerja dan pada jam kerja
  8. Kunjungan dilaksanakan setelah adalanya informasi resmi dari BPTUHPT Padang Mengatas, di kirim melalui email yang di daftarkan pada saat pengisian formulir
  9. Kunjungan yang bersifat pribadi/ umum tidak di verifikasi
  10. Pengunjung yang tidak membawa/ tidak bisa menunjukkan tanda bukti penerimaan dari BPTUHPT Padang Mengatas, tidak di izinkan memasuki kawasan pembibitan BPTUHPT Padang Mengatas
Baca Juga :  Hal yang Membuat Betah di Panorama Ngarai Sianok nan Elok

Sambil berwisata sambil belajar, karena memang BPTU Padang Mangateh sebenarnya adalah destinasi wisata edukasi, bukan untuk anak kekinian yang mengejar foto selfie dan merusak keindahan alam ciptaan Tuhan.

Mumpun sedang di Payakumbuh, tidka ada salahnya anda singgah di objek wisata lain di Payakumbuh yang tak kalah cantiknya, seperti Lembah Harau, Jalan Layang Kelok 9, Kapalo Banda Taram, Air Terjun Lubuak Bulan, Ngalau Indah ataupun mencoba olahraga paralayang di Bukik Taeh.

Comments

comments

Share.

About Author

Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D

Comments are closed.