Oknum Yang Membuat Wisatawan ‘Malas’ Berkunjung ke Sumatera Barat

0

Meskipun sudah menyandang gelar sebagai salah satu daerah tujuan wisata halal dunia (World Halal Tourism), pariwisata Sumatera Barat masih memiliki banyak PR besar yang harus dikerjakan. Salah satunya untuk menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa operator pariwisata dipenuhi banyak oknum disana sini. Mulai yang bermain halus hingga terkadang sedikit mengancam dan intimidasi. Hal ini tentunya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengunjung.

Bagi anda yang akan berkunjung ke ranah minang, waspada kehadiran oknum berikut dan ‘lagu lama’ yang sering dimainkan.

Oknum Travel Bandara

Pintu utama kedatangan wisatawan ini adalah tempat paling rawan ‘kecurangan’ yang pertama. Tidak adanya sistem yang jelas mengenai transportasi, terutama harga sehingga banyak wisatawan yang dicurangi. Dalam satu angkutan travel sudah menjadi hal yang biasa, ada perbedaan harga yang mencolok, bahkan penumpang yang jaraknya lebih dekat bisa membayar ongkos lebih mahal. Disini kepandaian menawar sangat dibutuhkan.

Untuk menghindari oknum seperti ini, pesan dan booking  moda transportasi anda lewat travel resmi. Selain mendapakan harga yang pasti, status anda sebagai ‘Tamu’ membuat supir tidak berani minta pungutan liar.

Oknum Supir Travel

Seringkali supir travel meminta ‘cas’ untuk penumpang yang diantar ke alamat. Biasanya pungutan ini berkisar 10 ribu hingga 25 ribu tergantung jauh dekat dari jalan utama dan pusat kota. Kadang supir menggertak untuk menurunkan penumpang atau tidak mengantarkan hingga alamat

Baca Juga :  Foto Keindahaan Malam Tahun baru 2017 di Daerah di Sumatera Barat

Selain itu ketika anda memesan angkutan menuju bandara, seringkali supir berulah dengan menjemput terlambat. Atau bisa juga dengan ‘memaksa’ calon penumpang untuk datang ke loket resmi agar si supir tidak perlu menjemput. Bahkan kadang mereka mengancam calon penumpang untuk mencari agen travel lain. (Seperti pengalaman pribadi penulis ketika booking lewat ERTE Travel Bukittinggi ) 

Oknum Parkir Tempat Wisata

Banyak tempat wisata di sumatera barat belum tersedia parkir resmi. Tempat parkir biasanya dikuasai oleh para preman parkir, bahkan ditempat yang telah tersedia parkir resmi. Hal seperti ini tentu membuat pengunjung tidak nyaman dan kurang percaya untuk meninggalkan kendaraan dalam waktu lama.

Parkir tidak resmi ini biasanya mematok harga seenaknya, untuk kawasan Bukittinggi bahkan bisa mencapai 5 ribu rupiah untuk sepeda motor (tarif normal 2000 hingga 3000 di hari biasa). Selain itu kadang bisa diminta berulangkali.

Oknum Pedagang

Santer beberapa saat lalu wisatawan merasa dirugikan dengan sistem berbelanja di rumah makan padang. Memang di restoran khas minang ini pembeli memesan makanan terlebih dahulu. baru kemudian meminta bill  di akhir. Untuk mengantisipasi hal ini, dinas pariwisata kemudian meminta para pengusaha untuk mencantukan harga makanan di menu.

Selain pedagang makanan, pedagang oleh-oleh kadang mematok harga berbeda untuk pembei dengan ‘tampilan’ berbeda. Disini anda harus pintar-pintar menawar untuk mendapatkan harga yang pas.

Baca Juga :  Wisata ke Pantai Air Manis dan Menjenguk Peninggalan Malin Kundang

Sebagai daerah yang mengedepankan pariwisata di kancah dunia, pemerintah setempat haruslah bergerak aktif untuk memberikan kenyaman dan rasa aman bagi para wisatawan. Memberikan pendidikan untuk semua operator dan penggerak pariwisata.

Comments

comments

Share.

About Author

Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D

Comments are closed.