Sejarah Panjang ‘Makan Bajamba’ yang Mulai Terlupakan Zaman

0

Ada hal menarik yang ditampilkan pemerintah Tanah Datar setiap kali menjamu para tim balap Tour de Singkarak. Pemerintahan luhak nan tuo  tersebut selalu mengajak tamu-tamunya untuk makan bersama di Rumah Gadang Istano Basa Pagaruyuang untuk makan bersama, atau yang lebih dikenal dengan makan bajamba.

Makan bajamba adalah tradisi turun temurun dari nenek moyang orang Minangkabau yang masih dibudayakan sampai sekarang. Biasanya tradisi ini dilakukan pada setiap acara adat maupun agama. Sekali makan biasanya bisa hingga ratusan orang yang terbagi dalam grup-grup kecil yang disebut dengan sajamba (satu jamba).

Sejarah Makan Bajamba

Sekilas terlihat bahwa tradisi makan bajamba sangat mirip dengan budaya orang arab makan nasi kebuli. Kedua tradisi ini sama-sama menggunakan satu nampan nasi lengkap dengan lauk pauk dan dimakan secara bersama-sama 4 hingga 7 orang.

Makan bajamba sendiri diperkirakan sudah ada sejak abad ke-7. Hal ini menjadi jawaban dan pembuktian atas teori makkah yang menyebutkan bahwa Islam sudah masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7 melalui perantara pedangang-pedagang arab yang berniaga disemenanjung Sumatera.

Daerah yang dipercaya memulai dan mempopulerkan tradisi makan bajamba ini adalah daerah Koto Gadang, di luhak  nan tangah (sekarang dikenal dengan sebutan kabupaten agam).

Tatacara Makan Bajamba

Makan bajamba adalah salah satu rangkaian dari prosesi adat minangkabau, sehingga semua aspek haruslah berkesusaian dengan falsafah dan nilai adat serta agama (islam).

Berikut tatacara dan ketentuan makan bajamba di Minangkabau.

  • Siapa saja yang boleh ikut makan 

Makan bajamba biasanya hanya diikuti oleh orang-orang dewasa dan atau sudah menikah. Makan bersama-sama ini adalah pelengkap dalam setiap prosesi adat di Minangkabau, sehingga wajar saja anak-anak biasanya tidak dilibatkan dalam urursan tersebut.

Satu kelompok makan biasanya terdiri dari 5 hingga 7 orang. Semuanya makan dari 1 pinggan loyang berukuran besar yang berisi nasi dan lengkap dengan lauk pauknya.

Satu orang dari pihak tuan rumah biasanya bertugas sebagai janang, tugasnya adalah untuk mengisi atau menambah nasi ataupun lauk dari pinggan berukuran besar tersebut.

  • Lauk Pauk yang dihidangkan

Satu jamba berisi nasi dengan porsi besar lengkap dengan lauk pauknya. Diantara lauk yang biasa dihidangkan saat makan bajamba adalah Rendang, Ayam Gulai, Telur Dadar, Gulai Cancang, Terong Goreng Balado, dll.

  • Adab Makan Bajamba

Makan bajamba adalah makan secara adat, sehingga siapaun yang tidak paham adat tidak akan diperbolehkan ikut. Itulah kenapa anak-anak biasanya tidak diperbolehkan ikut. Ditakutkan nantinya mereka malah akan merusak suasana dalam tradisi makan bersama tersebut.

Sebelum makan, biasanya orang yang lebih muda menawarkan /basa-basi terlebih dahulu dengan orang yang lebih tua atau dituakan. Begitu juga saat selesai makan, orang yang lebih muda dianjurkan untuk tidak mendahului orang yang lebih tua untuk mencuci tangan. Ataupun jika memang ingin duluan, haruslah berbasa-basi terlebih dahulu jika harus lebih dahulu mengakhiri makan.

Saat makan haruslah menggunakan tangan kanan dan menampung dengan tangan kiri dibawahnya untuk berjaga-jaga jika ada nasi (remah) yang jatuh. Selain itu saat makan tidak boleh menjangkau terlalu jauh. makanlah apa yang ada di depan kita sendiri.

Itulah beberapa cara dan ketentuan khusu makan bajamba, selebihnya sama dengan adab makan biasanya. Seperti makan tidak boleh mubazir, makan dengan tenang tidak terburu-buru, saat akan duduk dengan tertib, dll.

Adanya makan bajamba ini selain melestarikan budaya juga untuk memupuk tali silaturahim. Untuk mempererat hubungan sosial antar golongan masyarakat.

Meskipun sayangnya saat ini sudah jarang daerah yang melakukan tradisi ini, tradisi elok ini haruslah diteruskan. Salah satu cara untuk kembali membudayakannya adalah dengan menghadirkan tradisi ini di event-event budaya maupun event lain seperti Tour de Singkarak.

Comments

comments

Share.

About Author

Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D

Comments are closed.