Berburu Kuliner Minang, Jangan Lupa Cicipi ‘Lapek Bugih’ nan Kamek

0

Saat kita berbicara mengenai Minangkabau, maka kita tidak hanya membicarakan Sumatera Barat. Kita harus setuju dulu dengan pernyataan itu, karena memang pada kenyataannya lingkup wilayah Minangkabau bukan hanya di Sumatera Barat saja tapi juga termasuk sebagian Propinsi Riau dan Jambi. Oleh karena itu, adat dan budaya Minangkabau itu tidak hanya berasal dari Sumatera Barat. Bahkan makanan khas juga ada yang berasal dari Proponsi Riau ataupun Jambi.

Meskipun masih dalam satu rumpun (Minangkabau), akulturasi budaya dari provinsi tetangga Sumatera Barat ini juga menambah variasi dan kekayaan kuliner minangangkabau. Di sini kita ambil satu jenis makanan khas Minangkabau yang berasal dari Propinsi Riau, yaitu “Lapek Bugih” atau Lepat Bugis.

Sejarah “Lapek Bugih”

“Lapek Bugih” merupakan salah satu camilan khas Minangkabau yang populer yang berasal dari Propinsi Riau. Di daerah asalnya tersebut sering juga disebut dengan nama ‘lopek bugih’. Melihat bahan pembuatnya, “lapek bugih” ini lebih mirip dengan camilan manis bugis khas Betawi atau camilan manis mendut khas Jawa Tengah.

Konon katanya, camilan manis “lapek bugih” ini berasal dari tanah Bugis, Makassar. Seorang pelaut asal Bugis memperkenalkan camilan manis ini kepada masyarakat Minangkabau. Hingga sekarang, “lapek bugih” menjadi salah satu camilan tradisional manis populer di Minangkabau, kemudia akan meningkat popularitasnya saat memasuki Bulan Ramadhan.

Baca Juga :  Pandangan Adat dan Islam Mengenai Tradisi Balimau

Cara Membuat lapek Bugih

“Lapek Bugih” merupakan satu jenis makanan/camilan yang kenyal yang terbuat dari tepung ketan, baik itu tepun gketan hitam ataupun tepung ketan putih. Selain tepung ketan, “lapek bugih” diberi isian berupa kelapa muda parut dan gula merah. Isian kelapa muda parut dan gula merah ini memberikan sensasi gurih saat kamu melumat “lapek bugih” ini.

Camilan manis “lapek bugih” memiliki bentuk seperti segitiga atau kerucut seperti layaknya sebuah piramid. Salah satu ciri khasnya, yaitu camilan manis ini dibalut dengan daun pisang. Teksturnya cenderung lengket dan kenyal, dengan rasa gurih khas kelapa parut sebagai isiannya.

Camilan ini juga banyak dihidangkan dalam banyak prosesi adat di Minangkabau, seperti budaya “maanta pabukoan” (menghantarkan takjil) ke rumah mertua menjelang Ramadhan. Selain itu, camilan manis ini sering dihidangkan sebagai makanan penutup dalam acara “Makan Bajamba” atau pelengkap makanan.

-Tasty And Creamy Are Our Taste-

Sources :

  • keponews.com/ Muasal Lapek Bugih, si lengket yang Bercita rasa Manis dari Tanah Riau
  • infosumbar.net/ 7 Jenis Lapek Dengan Rasa Kamek

Comments

comments

Share.

About Author

Hometown Bungo Tanjung, Batipuah, Tanah Datar, Minangkabau; Alumni of Physics, Institut Teknologi Bandung; Dancer of Unit Kesenian Minangkabau (UKM ITB); Demand Planner of PT. Paragon Technology and Innovation

Comments are closed.