Lamang & Tradisi Kuliner Minangkabau di Hari Raya Idul Fitri

0

Lamang (Lemang) adalah salah satu makanan khas minangkabau yang dihidangkan saat idul fitri. Tradisi ini sudah mulai jarang ada, apalagi setelah ramainya kue-kue lebaran. Nasib penganan khas ini sudah hampir sama dengan kuliner khas minang lainnya, seperti ampiang dadiah, kacimuih, lapek bugih dll. Sudah sangat jarang ditemui, hanya ada di daerah tertentu dan di hari-hari tertentu.

Untuk menggalakkan kembali budaya lokal ini sudha banyak acara pariwisata pemerintah daerah yang memasukkan Malamang menjadi salah satu komoditi pariwisata. Selain memperlombakan kemampuan membuat Lamang, adanya kegiatan ini memberi dampak positif untuk melestarikan kembali dan mewariskan kecintaan akan kuliner minang pada generasi penerus.

Cara Membuat Lamang

Lamang terbuat dari bahan dasar beras ketan putih, santan kelapa, bumbu rempah dan penyedap. Pertama sekali, beras ketan dicuci bersih kemudian direndam selama lebih kurang satu jam. Sementara direndam, bambu yang akan dipakai dicuci bersih kemudian dialas dengan daun pisang dibagian dalam.

Kemudian beras ketan yang sudah dibubuhi garam dan gula dimasukan kedalam bambu. Setelah itu ditambahkan santan kelapa. Baru kemudian dibakar dengan api kecil hingga beras ketas matang sempurna.

Lamang Tapai

Lamang yang sudah matang biasanya dikeluarkan dari bambu dengan membelah bambu tersebut. Kemudian lamang dipotong-potong sesuai selera dan siap untuk dinikmati.

Lamang Tapai

Lamang Tapai

Potongan Lamang dari bilah bambu yang dibakar tersebut sebenarnya sudah bisa dimakan begitu saja. Namun dibeberapa daerah di Minangkabau, Lamang dikonsumsi dengan tapai. Lamang dengan rasa gurih-gurih asin disiram dengan kuah tapai yang sedikit asam akan menghasilkan petualangan rasa tersendiri.

Baca Juga :  Menyicip 'Ampiang Dadiah'. Yoghurt Otentik asal Minangkabau

Lamang Pisang

Lain halnya dengan lamang pisang. Meskipun sama-sama terbuat dari bahan dasar ketan putih. Lamang pisang biasanya dimasak dengan cara dikukus. Lamang satu ini cocok untuk anda yang menginginkan kombinasi rasa lamang yang gurih dan pisang yang manis.

Cara membuatnya juga cukup sederhana. Beras ketan yang sudah dicuci bersih kemudian dikukus hingga setengah matang. Setelah itu, beberapa bagian ketan diisi dengan potongan pisang kemudian digulung (menyerupai tabung) dengan bungkusnya berupa daun pisang. Dibagian ujung-ujung diberi semat yang biasnaya terbuat dari lidi. Kemudia dikukus lagi hingga matang dan siap dinikmati

Lamang Panggang

Lamang Panggang

Lamang Panggang

Di beberapa daerah di sekitaran Padang Panjang juga da variasi lainnya dari lamang, yaitu lamang panggang. Bentuknya hampir sama dengan lamang pisang hanya saja isinya adalah parutan kelapa yang dicampur dengan gula merah.

Membuatnya pun mirip dengan Lamang Pisang, lamang yang sudah dikukus diisikan parutan kelapa kemudian digulung dengan daun pisang. Setelah diberi semat (dari lidi) di kedua ujungnya kemudian dibakar dengan bara, ataupun dengan api kecil sekali agar lamang tidak hangus.

Comments

comments

Share.

About Author

Undergraduated Student of University of Indonesia. Gadih Minang asli. Lahia di Ranah Minang & Gadang jo Samba Randang. Hoby Menari Minang, Menyanyi Lagu Minang dan Terutama Makanan Minang :D

Comments are closed.