‘Kacimuih’ : Kuliner Legendaris Minang yang Kian Susah Ditemukan

0

Kacimuih, dibuat dari bahan dasar singkong dan ditaburi dengan parutan kelapa dan gula. Jajanan yang sudah ada sejak jaman saisuak ini makin terpinggirkan keberadaannya, selain karena penikmatnya kebanyakan orang saisuak  pula, para pembuat-penjual Kacimuih pun kian sedikit. Sehingga sangat sulit sekali menemukan kuliner legendaris ini, meskipun untuk sekedar bernostalgia dengan rasa yang ‘zaman dahulu’

Cara membuatnya sangat sederhana. Berbahan dasar singkong dan kelapa. Pertama sekali, singkong dikupas dan dicui bersih. Kemudian singkong diparut kasar, kemudian dikukus. Setelah matang kemudian ditaburi dengan parutan kelapa dicampur gula pasir atau gula merah.

Kuliner ini bisa dihidangkan dalam piring ataupun dibuat menjadi bola bola seukuran genggaman tangan. Bentuk paling lazimnya memang berbentuk bola, selain bentuknya mudah dikreasikan dan juga menarik ketika dijajakan (dijual).

Singkong yanng dikukus memang rasanya datar, namun ketika ditimpali dengan taburan parutan kelapa dan sedikit gula ini menjadikan rasanya pas dimulut. Sangat enak, sehingga sangat cocok untuk alternatif lain mengolah singkong menjadi camilan.

Meskipun sederhana, ternyata kacimuih mengandung berbagai macam gizi, diantaranya serat, magnesium, vitamin C, dan asam lemak.Selain itu, penganan dari singkong dan parutan kelapa ini jiuga bermanfaat untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh serta dapat menambah energi.

Tak tahu sejak kapan, tak tahu siapa dan dimana kuliner ini dipopulerkan. Sudah sangat lama sekali, bahkan mungkin saja ini ada kaitannya dengan masa sulit di masa penjajahan. Ketika masyarakat susah mendapatkan beras untuk dimakan, nenek moyang kita urang saisuak  kemudian menciptakan olahan singkong, yang kemudian kita kenal dengan kacimuih.

Baca Juga :  Aneka Kerupuk & Keripik Sanjai. Oleh Oleh Khas Bukittinggi

Sekarang memang sudah sangat sulit menemukan jajanan minang ini, hanya ada satu dua yang masih setia mempertahankan cita rasa kacimuih ini. Untuk mengobati rasa rindu dan nostalgia.

Comments

comments

Share.

About Author

Undergraduated Student of University of Indonesia. Gadih Minang asli. Lahia di Ranah Minang & Gadang jo Samba Randang. Hoby Menari Minang, Menyanyi Lagu Minang dan Terutama Makanan Minang :D

Comments are closed.