Sinopsis & Review Cerita Kaba ‘Rambun Pamenan & Silinduang Bulan’

0

Rambun Pamenan adalah salah satu cerita rakyat minangkabau populer. Layaknya cerita kaba pada umumnya, kisah ini diturunan turun temurun melalui penuturan lisan, terutama lewat randai. Meskipun tidak sepopuler kisah Lareh Simawang dan Umbuik Mudo, kaba yang populer di Luhak Tanah Datar ini tidak kalah heroik.

Untuk mengingat kisah kepahlawanan Rambun Pamenan menyelamatkan ibunya, Linduang Bulan, pemerintah setempat bahkan membuatkan satu situs cagar budaya. SItus berupa rumah gadang tersebut disematkan nama Istano Silinduang Bulan.

Sinopsis Kaba Rambun Pamenan

Alkisah, disebuah dusun tinggalah seorang janda bernama Linduang Bulan. Setelah kematian suaminya, Ia hidup bertiga dengan dua bujangnya, Reno Pinang dan Rambun Pamenan. Meskipun hidupnya susah dan serba berkekurangan Linduang Bulan bersikukuh untuk tidak menikah lagi, meskipun banyak lelaki yang meminangnya.

Selain baik budinya, Linduang Bulan juga masyhur akan kecantikan parasnya. Kabar ini sampai juga ke telinga raja kerajaan Terusan Cermin, Rajo Angek Garang. Ia pun kemudian mengirimkan lamaran, tapi ditolak mentah mentah oleh Linduang Bulan.

Murka dengan jawaban Linduang Bulan, Raja angkuh tersebut kemudian memerintahkan anak buahnya menculik dan mengurung janda beranak dua tersebut.

Tahun berlalu, kedua bujang Linduang Bulan telah beranjak remaja. Reno Pinang dan adiknya Rambun Pamenan tidak tahu apa-apa tentang penculikan ibunya. Hingga kemudian tetangga yang merawat keduanya menceritakan tindakan tidak terpuji Rajo Angek Garang tersebut.

Baca Juga :  Sinopsis, Review dan Pesan Moral Cerita 'Kaba Sutan Pangaduan'

Kedua kakak beradik tersebut kemudian mengembara mencari keberadaan ibunya. Keterbatasan pengetahuan akan letak Kerajaan Terusan Cermin membuat mereka mengelana jauh.

Jauh berjalan kemudian mereka bertemu seorang pengembara, Alang Bangkeh. Ia membenarkan cerita penculikan Si Linduang Bulan oleh Raja Angek Garang.

Hal ini membakar emosi Rambun Pamenan. Ia berlatih silat lebih keras dan berjanji untuk menyelamatkan ibunya yang disekap bertahun-tahun.

Singkat cerita, sampailah Rambun Pamenan di kerajaan Terusan Cermin. Duel sengit tidak dapat terelakkan. Dengan mudah Rambun mengalahkan hulubalang dan prajurit istana Rajo Angek Garang. Setelah duel sengit, Rambun berhasil melucuti pedang raja sombong tersebut, Hingga akhirnya membuat lawannya tersebut tewas dengan tongkatnya.

Setelah membebaskan semua tahanan termasuk ibunya sendiri, Rambun Pamenan sempat didaulat menjadi raja kerajaan terusan cermin. Namun kemudian ia menolak, Rambun Pamenan dan Si Linduang Bulan kembali ke dusun mereka.

Review & Pesan Moral

  • Keutamaan SIfat Berbakti pada Orang Tua
  • Kegemaran Menolong
  • Akibat Sifat Sombong dan Angkuh

Untuk pengingat akan kisah ini, dibangunkan sebuah istana dengan nama Istano Si Linduang Bulan. Tidak jelas manakah yang datang lebih dahulu, cerita kaba ini ataukah istana tersebut. Mengingat istana tersebut sudah ada sejak 1550 silam.

Bagi anda yang menyukai berkunjung ke Istano Basa Pagaruyuang, sekarang anda mempunyai pilihan lain untuk dikunjungi, apalagi kalau bukan Istano Si Linduang Bulan.

Baca Juga :  Sinopsis, Review dan Pesan Moral Cerita Kaba 'Cindua Mato'

Comments

comments

Share.

About Author

Perantau minang yang selalu 'rindu' kampung halaman. Tertarik dengan semua jenis kesenian minang, tari, musik, teater dll

Comments are closed.