Sejarah Berdirinya Istano Basa Pagaruyung & Keunikan Arsitekturnya

0

Banyak yang saah menyangka bahwa Istana megah yang menjadi ikon pariwisata kota Batusangkar tersebut adalah Istano Basa Pagaruyuang. Padahal kenyataannya Istano Basa Pagaruyuang asli berlokasi 2 km di utara Replika Istana yang biasa kita lihat sekarang. Pusat pemerintahan kerajaan pagaruyuang ini memang sempat beberapa kali terbakar oleh berbagai sebab, kemudian dibangun kembali sesuai dengan bentuk aslinya.

Terletak di Nagari Pagaruyuang, kecamatan Tanjung emas, menjadikan istana ini menjadi salah satu ikon pariwisata kota Batusangkar. Warisan kebudayaan dari luhak nan tuo ini selalu ramai dikunjungi waisatawan yang ingin napak tilas sejarah dan peninggalan nenek moyang minangkabau.

Bagi anda yang ingin melakukan wisata budaya serta melihat langsung kearifan lokal dari masyarakat yang diperccaya sebagai asal muasal negeri Minangakabau (Luhak Nan Tuo) tersebut tentu sangat cocok datang kesini. Selain bisa menikmati sisa-sisa kerajaan Minang di masa lampau, spot disini cukup instagramable untuk anda berfoto.

Arsitektur Istana Pagaruyuang

Istana pagaruyuang ini terdiri dari 3 tingkat. Tingkat pertama merupakan tempat aktivitas umum harian, Ruangan lepas, dengan singgasana raja di tengahnya. Di bagian samping terdapat masing-masing satu kamar di ujungnya, serta di bagian belakang. Kamar-kamar ini diperuntukan untuk putri raja yang sudah menikah.

Lantai kedua ditempatkan untuk putri raja yang belum menikah, sedangkan lantai teratas, yang biasa disebut dengan anjung peranginan adalah tempat raja dan permaisuri. Letaknya di tengah bangunan, tepat di bawah gonjong, sehingga area ini juga seringkali disebut gonjong mahligai.

Baca Juga :  Fakta Unik 'Jam Gadang' Bukittinggi yang Tak Banyak Orang Sadari

Istana Pagaruyung Terbakar

Bangunan sejarah ini sudah bebrapa kali terbakar oleh berbagai sebab. Sejarah mencatat, istana ini kebakaran sudah ketiga kalinya. Pertama kali pada tahun 1804 akibat kerusuhan berdarah. Namun sayangnya pada tahun 1966.

Pada 27 Desember 1976, Gubernur sumatera barat saat itu, Harun Zain meletakan batu pertama pembangunan replika Istano Basa Pagaruyuang. Namun posisinya yang awalnya di batu patah dipindahkan ke selatannya, atau di tempat yang kita lihat sekarang,

Pada 27 februari 2007, Istana ini kembali terbakar akibat disambar petir yang menghanguskan tak hanya bangunan tapi juga sisa-sisa peninggalan sejarah. peninggalan yang masih bisa diselamatkan tersebut kemudian disimpan di Balai benda Purbakala Sumatera Barat. Sedangkan Harta pusako disimpan di Istano silinduang Bulan. Batusangakar

Tak menunggu waktu lama, Istana ini kemudian dibangun kembali dan bisa dibuka untuk umum. Hingga saat sekarang, salah satu ikon wisata sumatera barat ini selalu ramai dikunjungi pelancong lokal dan mancanegara. Bahkan sempat menjadi tempat menjamu para peserta tour de singkarak untuk makan bajamba disini.

Menarik bukan? Tempat ini cocok bagi anda yang ingin mendapatkan foto-foto vintage (klasik), karena disini juga menyewakan baju khas minang untuk mempercantik foto anda. yuk piknik 🙂

Comments

comments

Share.

About Author

Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D

Comments are closed.