Rumah Gadang
Rumah Gadang Minangkabau. Foto : Renggi Photo Art

Filosofi dibalik Kemegahan Arsitektur Rumah Gadang Minangkabau

Posted on

Rumah Gadang  adalah sebutan untuk rumah tradisional Minangkabau. Rumah ini terbilang unik karena bentuknya yang tampak menyerupai sebuah kapal dengan meruncing di kedua sisi kiri dan kanannya. Masih banyak keunikan yang lainnya. Semua aspek dibuat dengan baik dan memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Falsafah hidup orang minangkabau yang utama adalah Alam Takambang Jadi Guru. Jadi semua hal selalu memalui proses meniru dan belajar dari lingkungan alam sekitar. Tak terkecuali ketika membangun tempat tinggal.

Atap Rumah Gadang

Bagian atap biasanya terbuat dari ijuk yang dijalin, kemudian ujungnya meruncing membentuk gonjong. Pemakaian ijuk sebagai simbol bahwa Rumah Gadang ramah lingkungan. Bentuk atap seringkali diasosikan mirip dengan tanduk kerbau.

Namun ada juga yang mengatakan bahwa atap rumah gadang meniru Siriah Basusun (daun sirih yang disusun). Hal ini melambangkan rumah gadang sebagai tali penyambung silaturahim dan kekeluargaan. Sebagaimana sirih yang biasanya digunakan sebagai simbol penyambung silaturahim.

Bangunan Rumah Gadang

Rumah Gadang dengan bentuk segi empat memanjang ini hampir semua bahagianya terbuat dari kayu dan hasil alam lainnya. Dinding, lantai, tangga, loteng dll. Rumah Gadang dipercaya tahan gempa. Tekonologi mutakhir yang digunakan sejak abad lalu ini berupa pasak. 

Rumah gadang minangkabau
Prosesi Mendirikan Rumah Gadang di Sumpu, Tanah Datar

Rumah Gadang aslinya tidak menggunakan paku untuk merekatkan dan menyambungkan dua bahagian kayu. Namun menggunakan pasak. Jadi saat terjadi gempa, Rumah ini berayun mengikuti ritme gempa. Jadi saat gempa rumah ini tidak akan roboh.

Bangunan Rumah Gadang digambarkan memiliki ruang ganjil antara 3 hingga 11. Diantaranya terdapat ruangan lepas dan kamar-kamar. Jumlah kamar bervariasi tergantung besar kecilnya keluarga yang bernaung di rumah tersebut. Selain orang tua, hanya anak perempuan yang berhak mendapat kamar.

Bentuk bangunan yang simetris dan meruncing di kedua ujungnya ini kerapkali digambarkan sebuah kapal besar. Hal ini selain menandakan bahwa rumah gadang adalah pusat kehidupan orang minang, juga sebagai perlambangan tempat berteduh dan berlindung saat mengarungi lautan kehidupan.

Ukiran Rumah Gadang

Untuk menambah unsur seni. Pada dinding Rumah Gadang biasanya dibuat ukiran-ukiran denan motif asli minangkabau. Motif-motif ini kebanyakan terinspirasi oleh alam, misalnya kaluak paku, itiak pulang patang, dllSetelah itu  ukiran akan dicat dengan warna warna khas minangkabau, kombinasi merah, hitam, kuning dan hijau.

Warna yang dipilih bukan tanpa pertimbangan terlebih dahulu, selain warna hitam, kuning dan merah yang sangat khas sebagai jati diri orang minangkabau (sperti warna marawa), warna lain yang umumnya mendominasi adalah warna hijau, sebagai perlambangan bahwa orang minang alam hidup beriringan.

Bagian Depan Rumah Gadang

Rumah gadang selalu dibuat tinggi menyerupai rumah panggung, tujuannya agar ruang dibagian bawah bisa digunakan. Pada bagian depan dibuatkan tangga. Pada zaman dahulu dibagian bawah tangga ada batu dan cibuak untuk mencuci kaki.

Rumah gadang kebanyakan memiliki kolam ikan di depan rumah. Selain untuk memelihara ikan, kolam merupakan sumber air yang vita untuk kegiatan sehari-hari, mandi dan mencuci.

Rangkiang Rumah Gadang

Selain kolam, di bagian halaman kita akan melihat bangunan tinggi dan ramping bergonjong. Bangunan dengan 4 hingga 6 tiang dan pada salah satu sisi dibuatkan pintu kecil. Bangunan ini dinamakan Rangkiang. 

Rangkiang adalah simbol survival  masyarakat minangkabau. Ada banyak macam rangkiang dan setiap rangkiang punya fungsi masing masing. Meskipun sama-sama tempat penyimpanan padi, Ada rangkiang yang berisi padi Abuan (bibit). padi untuk makan sehari-hari, padi untuk persiapan masa paceklik dll sebagainya.

Demikianlah kekayaan Budaya Minang dan masih banyak lagi nilai nilai filosofi yang bisa kita pelajari dari bangunan apik khas Ranah Minang ini. Untuk itu kita jangan pernah berhenti mengulik dan mempelajarinya.

Comments

comments

Gravatar Image
Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D