dibawah-lindungan-kabah-Hamka

Sinopsis & Pesan Moral Novel “Dibawah Lindungan Ka’bah” Karya Buya Hamka

Posted on

Kisah cinta romantis ini ditulis oleh Buya Hamka. Selain terkenal sebagai ulama, tokoh minang ini juga mencatatkan namanya di bidang politik serta kesusatraan Indonesia. Ada banyak karya sastra beliau yang kemudian dibukukan dan laris, salah satunya Tenggelamnya Kapal Van der Wijck.

Tenggelamnya kapal Van der Wijk adalah salah satu novel satir beliau. Melalui  novel, beliau mengutarakan keresahan akan beberapa adat minang yang dinilai kuno dan bertentangan dengan syariat islam. Diman tokoh utama terusir karena berbeda pendapat dengan pemuka adat.

Sinopsis

Bercerita tentang Hamid, seorang yatim yang miskin. Nasib mempertemukannya dengan keuarga Haji Jaafar, seorang yang kaya raya dan baru saja pindah. Berkat kebaikan hati keluarga Haji ini, kemudian Ibunya dipekerjakan di rumah Haji tersebut, Hamid juga datang membantu selepas ia sekolah.

Haji jaafar berbaik hati membiayai sekolah Hamid, selain utu agar anak perempuan satu-satunya mempunyai kawan. Namanya Zainab. Keduanya telah berkawan sejak kecil, hingga habis masa sekolah, keduanya terus bersama.

Setamat sekolah Mulo, Hamid disekolahkan oleh Engku Haji Jaafar ke Thawalib Padang Panjang. Ia harus rela berpisah dengan teman kecilnya, Zainab yang menurut kebiasan masa itu hanya diperbolehkan sekolah sampai tingat Mulo. Perempuan tidak harus sekolah tinggi-tinggi. DIsanalah kemudian keduanya sama-sama merindu untuk pertama kali, keduanya tahu tapi tidak bisa mengatakan perasaan masing-masing.

Malang tak bisa ditolak, Haji Jaafar kemudian telah samapai ajalnya. Orang yang sudah dianggap seperti ayah sendiri utu tentu membuat Hamid merasa kehilangan. Kesedihannya semakin dalam ketika tak lama berselang, iapun kematian Induk. Kini giliran ibu kandungnya yang dipanggil Yang Maha Kuasa.

Memang Tuhan tengah menguji Hamid, Masih merah pekuburan haji Jaafar, kemudian ia mendengar bahwa Zainab akan dinikahkan dengan keponakan ayahnya. Kabar itu ia dengar langsung dari Mak Aishah, ibunya Zainab. Bahkan beliau meminta Hamid untuk membujuk Zainab agar mau menikah dengan pilihan keluarganya tersebut.

Berat hati Hamid, Lidahnya kaku saat menyampaikan pesan Emak kepada Zainab. Hal itu sungguh berlawanan dengan apa yang ada dihatinya. Namun ia sadar, ia harusnya tahu terimakasih. Ia tidak pantas untuk berharap lebih dari Zainab. Kemudian ditengah kegundahannya ia berangkat kemana kakinya melangkah. Sampai akhirnya nasib membawanya sampai di Mekah.

Setelah berhaji, ia menetap di Arab Saudi. Hingga suatu saat Shaleh, temannya membawakan surat dari Zainab menceritakan bagaimana perasaan cinta yang ia pendam terhadap Hamid. Tentunya surat itu membuat Hamid gusar, ia telah lama bertekad melupakn cintanya.

Tak lama berselang, datang surat kawat mengabarkan Zainab sudah dahulu dipanggil. Hamid merasa dunianya seakan runtuh, ditengah penderitaannya ia tetap menjalankan ibadah haji, meskipun ditandu. Terakhir ia berhenti di Hajar Aswad, dibawah lindungan ka’bah itulah  ia menangis dan berdoa kepada Rabb-nya, dan kemudian meninggal dunia.

Pesan Moral

Novel ini sarat dengan nilai agama dan adat minang, sekali lagi Buya Hamka ingin mengkritik bagaimana beberapa kebiasaan adat dinilai konservatif. Misalnya tentang larangan perempuan bersekolah tinggi, dan perkawinan yang ‘dipaksakan’, yang menentukan adalah keluarga, sedangkan calon perempuan hanya bisa menerima.

Diangkat menjadi Film

Novel ini kemudian diangkat menjadi film oleh MD entertaintment pad atahun 2011 dan cukup laris di pasaran. Dibintangi oleh Herjunot Ali sebagai Hamid dan Laudya Cynthia Bella sebagai Zainab. Sebelumnya pernah difilmkan pada tahun 1981, dan karya tokoh minang ini pun berhasil difilmkan dengan sukses.

Dua tahun kemudian Herjunot Ali,kembali memerankan tokoh pria utama pada film Tenggelamnya Kapal van der Wijck yang diangkat dari novel karya Buya Hamka dengan judul yang sama. Film inipun laris manis di pasaran.

Comments

comments

Gravatar Image
Perantau minang yang selalu 'rindu' kampung halaman. Tertarik dengan semua jenis kesenian minang, tari, musik, teater dll