Menyicipi ‘Bika SiMariana’, Kuliner Legendaris Yang Makin Eksis

0

Bika Si Mariana adalah satu dari banyak kuliner legendaris minang yan masih eksis sampai sekarang. Bahkan salah satu penyanyi legenda Lili Syarief pernah ikut mempopulerkan lagu berjudul Bika Si Mariana. Lagu yang populer pada tahun 60-an ini tentunya menjadi penanda sejarah, bahwa nama besar pondok bika ini sudah ada sejak lama.

‘Mudiak Kureta dai Padang, Baranti Tantang kotobaru

Jikok dagang lai ka pulang, Bika Panggang bali dahulu’

‘Cubolah Bika si Mariana, Kok rasonyo yo sabana kamek

Cakak abih silek takana, Usah manyasa kok ndak mandapek’

(Ciptaan Nuskan Syarief, dipopulerkan oleh Lily Syarief)

Terletak di tepi jalan lintas Padang Panjang – Bukittinggi, tentunya sangat cocok untuk singgah sebentar. Perjalanan panjang tentunya membuat lapar, maka disinilah tempat yang tepat untuk rehat sejenak sambil menyicipi bika panggang yang tiada duanya.

Proses Pembuatan

Bika terbuat dari bahan-bahan seperti tepung beras, santan dan campuran gula merah. Semua bahan dicampur kemudian dipanggang di tungku pemangangan. Pemanggangannya pun tidak sembarangan. Untuk menghasilkan bika panggang yang wangi, adonan dipanggang di wajan khusus terbuat dari tanah liat. Wajan dilapisi dengan daun pisang, kemudian barulah dituangkan adonan diatasnya.

Kayu bakar yang digunakan adalah jenis kayu manis, Pemilihan kayu ini tentu ada alasannya. Kayu manis akan menghasilkan aroma yang mampu menambah kelezatan saat makan Bika. Selain itu, kayu jenis ini menghasilkan bara api yang panas dan tahan lama, selain itu tidak banyak arang (abu)

Baca Juga :  Tak Hanya 'Dendeng Balado'. Variasi berikut ini Juga Wajib Kamu Coba

Variasi Rasa

Bika biasanya hanya terdiri dari dua variasi rasa. Bika original dan Bika Merah. Bika original biasanya berwarna putih, memiliki rasa manis dan kuat akan aroma santan kelapa. Sedangkan bika merah, hampir sama dengan original hanya saja adonannya ditambahkan dengan gula merah, sehingga rasanya lebih manis dari yang versi original

Menikmati Bika

Bika lebih nikmat bila dinimkati hangat-hangat. Sehingga tungku pemanggangan langsung berdampingan dengan meja panjang tempat pembeli duduk dan menikmati bika. Selain itu, diselingi dengan segelas kopi panas, ataupun teh manis tentu akan lebih sedap.

Bagaimana? Sudah terbayang wangi dan sedapnya bukan? Apalagi setelah melewati kota hujan, Padang Panjang, sangat cocok mampir di Pondok Bika Simariana, Kotobaru.

Comments

comments

Share.

About Author

Undergraduated Student of University of Indonesia. Gadih Minang asli. Lahia di Ranah Minang & Gadang jo Samba Randang. Hoby Menari Minang, Menyanyi Lagu Minang dan Terutama Makanan Minang :D

Comments are closed.