bahasa-minang

Ini Buktinya Bahwa Bahasa Minang Terbaik dan Tidak Ada Duanya

Posted on

Bahasa  adalah jendela dunia. Dengan mengetahui bahasa, kita bisa mempelajari suatu bangsa dan paling penting bisa berkomunikasi dengan penutur asli bahasa tersebut. Begitu juga dengan bahasa minang. Sebagai bahasa dengan penutur tidak kurang dari 6,5 juta orang di Indonesia, wajar saja bahasa yang dipakai suku minang ini menjadi uruan ketujuh dari bahasa daerah yang paling banyak digunakan.

Meskipun banyak yang mengira bahwa bahasa minang adalah serapan dari bahasa melayu, namun hal tersebut adalah salah. Karena baik bahasa minang dan bahasa melayu adalah pecahan dari bahasa malay kuno. Sehingga posisinya sejajar. Selain itu banyak bukti yang menunukan bahwa bahasa minang itu unik dan tidak ada duanya.

  • Bahasa Minang ‘Gampang Gampang Susah’

Banyak yang menduga bahasa minang itu cukup simpel, cukup mengganti suku kata berakhiran a dengan o. Misalnya, kata menjadi kato, apa menjadi apo. Atau semua yang berakhiran -ur mendai -ua, misalnya dapur menjadi dapua, kasur menjadi kasua.  Namun, ternyata tidak segampang itu. ini buktinya

– Kambing bahasa minangnya ‘Kambiang’

– Kucing menjadi ‘Kuciang’

– Maling menjadi ‘Maliang’

– Lalu Kuping bahasa minangnya menjadi apa?

Kalau anda menjawab ‘kupiang’  tentu jawaban anda salah. Karena dalam bahasa minang tidak dikenal ‘Kupiang’ tapi Talingo. Bagaimana? gampang gampang susah bukan?

  • Bahasa yang digunakan Kompleks dan Spesifik

Satu lagi bukti bahwa bahasa minang itu tidak sesederhana kelihatannya. Sekarang coba bandingkan bahasa minang dengan bahasa inggris berikut.

PADI diterjemahkan ke dalam bahasa inggris menjadi RICE. Sedangkan bagi orang minang, kalau sudah terkelupas kulitnya dinamakan BAREH, orang inggris tetap menyebut RICE. Beras Padi kalau patah 2 atau 3, namanya ATAH, orang inggris tetap menyebutnya RICE. Beras kalau sudah dimasak namanya NASI , orang inggris masih saja menyebutnya RICE. NASI kalau cuma 1 butir, namaya RIMAH, lagi-lagi orang inggris. menyebutnya RICE. Nasi yang dimasak sedikit lebih lama, bagian bawahnya dinamakan KARAK, inggris masih menyebut RICE. Dari 1 kosakata saja, penafsiran namanya bisa bermacam-macam, sedangkan bahasa inggris tidak bisa menafsirkan tersebut.

Sebagai bentuk akulturasi dengan kebudayaan asing, tentunya bahsa minang menyerap kata dan istilah dari luar. Misalnya Pinukuik diserap dari bahasa asing ‘pancake’ . Lalu Terai  diambil dari kata ‘Try’  yang artinya mencoba, atau Ais diserap dari kata Hands atau Hands Ball  untuk pelanggaran dimana pemain bola menyentuh bola dengan tangan.

Orang minang memiliki adat dalam berucap dan berkata-kata. Kato nan ampek adalah rule  untuk bercakap dengan orang yang lebih tua, lebih muda, sama besar ataupun orang besar dan dituakan. Tentunya caranya serta pilihan kata yang digunakan berbeda. Selain itu banyaknya kata kiasan, petatah-petitih merupakan bunga bahasa minang, menunukan bahwa orang minang tahu seni berbahasa.

  • Bahasa Indomi (Indonesia Minang)

‘Siapa Bilang Orang Minang kalau bicara suka mencapur dengan bahasa Indonesia. Ndak ada gai tu do, biasa aja tu nya” 😀

Comments

comments

Gravatar Image
Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D