Asal Usul Minangkabau Menurut Tambo dan Catatan Sejarah

Posted on

Minangkabau adalah salah satu suku bangsa dengan sebaran paling luas di Indonesia. Bahkan, penganut paham keibuan (matrelianial) terbesar sedunia ini berkembang ke negeri tetangga, seperti Malaysia. Meskipun luasnya daerah rantau, namun rumpun bangsa Minangkabau tetaplah di wilayah asli minangkabau.

Wilayah asli minangkabau terbagi menjadi 3, yaitu wilayah darek, rantau dan pesisir. Wilayah darek adalah wilayah daratan yang merupakan tempat awal mula orang minangkabau berasal. Daerah ini biasa dikenal dengan sebutan Luhak Nan Tigo. Daerah tersebut adalah luhak (sekarang disebut kabupaten) Tanah Datar, Agam dan Lima puluh Kota.

Sedangkan wilayah yang berada diluar ketiga wilayah tersebut disebut dengan nama daerah rantau. Persebaran (wilayah rantau) orang minangkabau ini tak hanya ke luar daerah bahkan hingga menyebrang pulau dan batas negara.

Sedangkan wiayah pesisir merupakan wilayah Minangkabau yang posisi demografisnya berada di pinggiran pantai, seperti Kabuaten Pesisir Selatan dan Wilayah Pariaman.

Lalu bagaimana sejarah asal usul bangsa Minang dan perkembangannya hingga saat ini?

Asal Usul Minangkabau Menurut Tambo

Minangkabau dahulunya berbetuk kerajaan yang berpusat di Luhak nan Tuo. Suatu masa, datanglah kerajaan lain yang ingin menginvasi minangkabau. Salah satu jalan untuk mempertahanan tanah ulayat adalah dengan peperangan. Namun kemudian para ninik mamak dan petinggi kerajaan mengadakan musyawarh mufakat menanggapi persoalan tersebut.

Untuk menghindari pertempuran yang memakan banyak korban jiwa, masyarakat sekitar mengusulkan untuk diadakan Adu kerbau. Usulan ini kemudian diterima oleh pihak lawan. Mereka mendatangkan seekor kerbau besar bertanduk panjang. Namun lawan yang disodorkan adalah seekor kerbau kecil.

Baca Juga :  Syarat dan Tata Cara Pengangkatan Penghulu di Minangkabau

Tanpa disangka, kerbau kecil berhasil memenangkan adu kerbau tersebut. Kerbau lawan tumbang dengan luka di bagian perut. Hal itu tentunya menjadi tanda tanya yang besar. Banyak orang yang terlambat menyadari trik yang diusulkan cadiak pandai  orang minang tersebut.

Rahasia kemengan ternyata terletak pada inang  yang dipasang di tanduk kerbau. Kerbau kecil yang masih erat menyusu sengaja dipisahkan dengan ibunya. Sehingga ketika bertemu kerbau lawan, kerbau kecil ini akan mencari-cari susu. Inang yang terpasang di tanduknya kemudian menggores perut kerbau lawan.

Kisah tambo ini juga dijumpai dalam Hikayat Raja-raja Pasai dan juga menyebutkan bahwa kemenangan itu menjadikan negeri yang sebelumnya bernama Periangan (Pariangan) menggunakan nama tersebut. Selanjutnya penggunaan nama Minangkabau juga digunakan untuk menyebut sebuah nagari, yaitu Nagari Minangkabau, yang terletak di Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Asal Usul Minangkabau Menurut Catatan Sejarah

Cerita adu kerbau tersebut diperkirakan bersumber pada serangan kerajaan Majapahit ke Minangkabau. Dalam catatan Negarakertagama (1365), ditemukan istilah Minangkabwa, merujuk pada satu kerajaan Melayu yang pernah ditaklukannya.

Dalam catatan lain juga ditemukan istilah Mi-nang-ge-bu  yang juga diperkirakan merujuk pada kerajaan Minangkabau. Yaiutu pada catatan Tawarikh Ming (1405), dimana masa itu kerajaan minangkabau sempat mengirim utusan pada Kaisar Yongle di Nanjing.

Bahkan, bukti sejarah di abad keenam sempat menyinggung nama Minangkabau. Dalam Prasasti Kedukan Bukit (682) disebutkan bahwa Dapunta Hyang, pendiri kerajaan Sriwijaya, pernah bertolak dari Minanga. Di baris lain ditemukan istilah Minangatamvan, yang dipercayai sebagai kerajaan Minangkabau.

Baca Juga :  Menilik Makna Pepatah "Agamo (Syarak) Batilanjang, Adaik Basisampiang"

Catatan ini kemudian menjadi bukti kuat keberadaan dan eksistensi kerajaan minangkabau masa dahulu. Meskipun yang lazim diceritakan adalah kisah adu kerbau, sebagaimana tertulis dalam tambo.

Comments

comments

Gravatar Image
Gadih minang tulen, meskipun lahir dan besar di Jakarta. Menyukai liburan ke tempat wisata di Sumatera Barat, sambil menikmati kuliner. :D